8 Cara Mempercepat Windows 7 Dengan Benar dan Efektif

Bagaimana cara mempercepat Windows 7? Adakah cara mudah agar pengguna komputer biasa juga bisa mempercepat Windows 7? Pertanyaan ini terdengar wajar, mengingat ada begitu banyak yang harus dilakukan untuk kembali meningkatkan kinerja Windows 7 yang sedang bermasalah.

Mulai dari membersihkan virus, membersihkan file-file sampah, memperbaiki entry-entry registry melalui regedit hingga mengupgrade spesifikasi hardware.

Melakukan upgrade dengan meningkatkan spesifikasi hardware mungkin menjadi solusi instan yang bisa dilakukan. Namun tentunya anda perlu menyediakan bugdet tambahan.

Meningkatkan kecepatan Windows 7 melalui regedit membutuhkan pemahaman tingkat lanjut. Apabila terjadi kesalahan pada pengaturan entry di registry, maka Windows 7 mungkin akan mengalami gangguan atau bahkan kegagalan sistem.

Pada kenyataannya, banyak dari pengguna komputer biasa yang justru tidak memiliki cukup waktu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan, khususnya bagi mereka yang berprofesi sebagai pekerja kantoran.

Kondisi ini pada akhirnya memberi kesan bahwa mempercepat Windows 7 merupakan pekerjaan yang sulit untuk dilakukan oleh pengguna biasa. Dan tentu saja kesan ini sepenuhnya salah.

Sebagai pengguna Windows 7, anda berkewajiban untuk dapat memelihara dan menjaga kestabilan sistem. Tak perduli seberapa tinggi spesifikasi yang anda miliki, Windows 7 akan tetap berpotensi mengalami gangguan yang dapat memperlambat kinerja sistem.

Artikel terkait : Ketahui 2 Faktor Penyebab Komputer Lambat

Meskipun hanya pengguna biasa, anda tetap dapat membuat Windows 7 kembali responsif dan stabil. Hal ini dapat dilakukan dengan mudah, tanpa perlu membuang jam kerja anda dan tanpa perlu mengubah pengaturan entry di dalam registry.

Perlu diketahui bahwa, Mengubah pengaturan registry hanya merupakan salah satu dari sekian banyak cara untuk meningkatkan kecepatan Windows 7.

Apabila anda belum memiliki cukup waktu untuk memahami registry dan belum memiliki budget yang cukup untuk mengupgrade hardware maka tidak perlu khawatir.

Cobalah untuk mempercepat Windows 7 anda sendiri dengan mengikuti panduan yang ada di bawah ini :

1. Membersihkan Malware

Malware merupakan software berbahaya yang dapat memperlambat kinerja Windows 7. Malware digunakan sebagai istilah untuk program-program pengganggu seperti virus, trojan, spyware, adware dan teman-temannya.

Ketika komputer anda mengalami penurunan kecepatan, hal pertama yang harus diwaspadai adalah adanya kehadiran malware di dalam sistem Windows 7 anda.
Dengan adanya malware yang berjalan di dalam sistem, maka dapat dipastikan bahwa antivirus yang anda gunakan sudah tidak bekerja dengan baik.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencoba terlebih dahulu untuk melakukan update database terhadap antivirus yang anda gunakan.

Setelah proses update selesai, lanjutkan dengan melakukan Scan pada sistem Windows 7 anda.

Apabila antivirus anda tidak mendeteksi program berbahaya apapun, namun sistem tetap lambat, langkah kedua adalah mencoba untuk menggunakan software khusus yang dirancang untuk membersihkan malware.

Anda bebas menentukan anti virus mana yang ingin digunakan. Beberapa yang terbaik dan dapat digunakan secara gratis diantaranya adalah Malwarebyte Anti-Malware Free, Bitdifender Free, Avast Free Antivirus atau yang lainnya. Untuk mendapatkannya, anda dapat mengunjungi halaman resminya.

2. Membersihkan File Sampah Sistem

Yang dimaksud dengan file sampah adalah file-file sementara yang terbentuk saat anda menjalankan program atau file di Windows 7

File-file sementara tersebut digunakan oleh sistem Windows 7 untuk mempercepat proses berjalannya suatu program atau file yang sering digunakan. Namun sayangnya, file-file ini tidak akan berguna ketika program tidak lagi dijalankan.

Windows 7 tidak akan melakukan penghapusan secara otomatis, hingga anda menghapusnya sendiri. Beberapa contoh diantaranya adalah: internet cache, cookies, recent document, thumbnail cache, temporary file, recycle bin dan lain sebagainya.

Selain dapat memenuhi ruangan pada hardisk, penumpukan file-file sampah juga dapat mengakibatkan Windows 7 berjalan lebih lambat.

Mengapa demikian?

Karena ketika anda menjalankan sebuah program, Windows 7 akan membutuhkan waktu lebih lama untuk memeriksa dan menemukan kembali file-file sementara, yang sebelumnya pernah terbentuk.

Membersihkan file sampah merupakan kegiatan rutin yang harus dilakukan untuk merawat sistem. Selain dapat membebaskan ruang di dalam hardisk, pembersihan file sampah juga mampu mengembalikan performa Windows 7 yang anda gunakan.

Cara mudah untuk membersihkan file-file sampah yang berada di dalam sistem adalah dengan menggunakan software pembersih yang dirancang khusus untuk melakukan pekerjaan tersebut. Salah satu yang terbaik adalah software Ccleaner buatan Piriform.

Untuk mendapatkannya, kunjungi website resmi Ccleaner.

Jika telah memilikinya, kita dapat memulai proses pemeriksaan terhadap file-file yang tidak lagi dibutuhkan oleh sistem.

Langkah pertama, buka program Ccleaner sehingga tampil jendela utama Ccleaner.

Selanjutnya, anda akan ditawarkan pada dua pilihan, apakah ingin membersihkan sistem Windows atau membersihkan Aplikasi yang terinstall di dalam sistem?.

Lakukan pembersihan pada keduanya. Pertama pilih tab Windows kemudian klik Run Cleaner.

Setelah proses pembersihan selesai, lanjutkan dengan memilih tab Applications dan kemudian klik tombol Run Cleaner, seperti terlihat pada gambar di bawah ini :

Membersihkan-file-sampah-dengan-Ccleaner

Untuk memperoleh Windows 7 yang responsif dan stabil, lakukan pembersihan setidaknya dua minggu sekali, agar tidak terjadi penumpukan file-file sampah di dalam sistem Windows 7 anda.

3. Memperbaiki Registry

Cara mempercepat Windows 7 yang ketiga adalah dengan melakukan perbaikan terhadap kerusakan yang terjadi pada registry.

Kerusakan pada registry juga menjadi salah satu penyebab menurunnya kinerja Windows 7, baik pada versi 32 bit maupun 64 bit.

Seiring berjalannya waktu, registry di dalam sistem anda akan tumbuh dan berkembang. Penambahan entri registry ini terjadi sebagai hasil dari proses instalasi dan update terhadap driver atau software yang baru,

Yang menimbulkan permasalahan adalah ketika anda melakukan pencopotan atau uninstall pada software atau driver tersebut.

Proses uninstall yang dilakukan terkadang tidak menghapus secara otomatis entri-entri baru yang sebelumnya telah ditanamkan ke dalam registry.

Kondisi ini menandakan bahwa terdapat entri-entri registry yang masih tersisa dan tidak lagi digunakan oleh sistem. Apabila entri-entri ini dibiarkan dan terus bertambah maka dapat menimbulkan gangguan yang akan menurunkan kinerja Windows 7.

Mengapa kerusakan pada registry dapat memperlambat Window 7?

Karena entri-entri di dalam registry memuat database penting tentang konfigurasi software atau driver yang dijalankan oleh sistem.

Apabila suatu saat terjadi kerusakan atau kesalahan maka, sistem membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memeriksa informasi, konfigurasi dan preferensi yang termuat di dalam entri registry.
Pada kenyataannya tidak mudah membersihkan dan memperbaiki registry Windows 7. Dibutuhkan pemahaman tingkat lanjut untuk mencegah terjadinya kerusakan pada entry registry.
Untuk menghindari terjadinya kesalahan saat memperbaiki registry, ada baiknya bila kita menggunakan kembali software Ccleaner yang sebelumnya telah kita gunakan.

Buka kembali program Ccleaner. Pada bagian paling kiri, pilih icon yang bertuliskan Registry.

Pada bagian tengah, terdapat daftar checkboxs yang terletak tepat di bawah Registry Cleaner. Beri tanda centang pada semua checkbox kemudian jalankan Scan for Issues, seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Memperbaiki-registry-Windows-dengan-Ccleaner

Setelah proses scan selesai dilakukan, Ccleaner akan menampilkan daftar dari entri registry yang mengalami masalah.

Untuk melakukan perbaikan, berilah tanda centang pada semua checkboxs yang ada kemudian lanjutkan dengan menekan tombol Fix selected issues yang terletak di bagian bawah.

Jangan lupa untuk selalu membackup registry sebelum anda melakukan perbaikan.

4. Seleksi dan Nonaktifkan Startup

Cara selanjutnya yang harus dilakukan adalah menyeleksi dan menonaktifkan program-program yang terdaftar dalam folder startup.

Apa itu startup?

Startup adalah fitur yang disediakan oleh Windows 7 untuk mengatur program-program apa saja yang akan dijalankan secara otomatis ketika anda memulai Windows. Fitur ini sangat berguna, terutama bagi program wajib seperti antivirus dan firewall.

Akan tetapi tahukah anda bahwa program-program tambahan yang anda install, hampir sebagian besar akan menambahkan dirinya ke dalam daftar startup.
Banyaknya program-program yang dimuat secara otomatis saat sistem Windows 7 dijalankan, akan menambah lamanya waktu boot.
Bukan hanya itu saja, sebagian dari program-program tersebut juga tetap berjalan di latar belakang selama anda menjalankan sistem Windows 7. Kondisi ini tentunya akan membebani dan menurunkan kinerja sistem.

Cara mempercepat Windows 7 berikutnya adalah dengan menyeleksi dan menonaktifkan program-program yang terdaftar di dalam folder startup. Agar lebih mudah, kita akan kembali menggunakan Program Ccleaner.

Pertama, buka program Ccleaner. Pada bagian paling kiri pilih icon yang bertuliskan Tools. kemudian pilih Startup.

Selanjutnya Ccleaner akan memperlihatkan daftar program yang dijalankan secara otomatis saat anda memulai Windows 7.

Untuk menonaktifkan salah satu program yang terdapat di dalam daftar startup, pilih pada nama program yang ingin dinonaktifkan, kemudian klik pada tombol Disable yang terletak di bagian sebelah kanan.

Menyeleksi-dan-menonaktifkan-startup-di-Windows

Sekedar saran, anda bebas menonaktifkan semua program yang terdapat di dalam daftar startup kecuali anti virus.

Perlu diingat bahwa untuk mencegah malware memulai aksinya pada saat Windows 7 dijalankan maka anda harus membiarkan anti virus tetap terdaftar dan berjalan pada saat startup.

5. Mengatur Visual Effects

Tampilan visual effects pada Windows 7 memang sangat mempesona. Namun tanpa disadari, visual effects membutuhkan dukungan sumber daya dari memori, sehingga dapat membebani sistem.

Untuk meningkatkan kinerja Windows 7, kita perlu melakukan perubahan pada tampilan visual effects. Anda tidak perlu mematikan visual effects secara keseluruhan. Cukup dengan melakukan beberapa pengaturan agar Windows 7 tetap tampil indah tanpa perlu membebani sistem.

Untuk mengatur Visual Effects pada Windows 7 lakukan langkah-langkah berikut :

Pertama, klik pada Start Menu dengan gambar logo Windows, yang terletak di bagian paling bawah desktop atau berada pada bagian paling kiri dari taskbar.

Kedua, arahkan dan sorot pointer mouse pada Computer dan klik kanan. Kemudian gulir mouse ke bawah dan klik Properties.


Selanjutnya akan muncul jendela System pada Control Panel.

Pilih dan Klik pada Advanced system settings untuk langsung menuju ke bagian Tab Advanced dari System Properties. Kemudian klik Setting pada bagian Performance.

Performance-Settings-di-Windows-7

Berikutnya akan tampil jendela Performance Options. Pilih Custom agar anda bebas menentukan pengaturan visual effects yang ingin diterapkan.

Setelah memilih Custom, anda akan disajikan dengan sederetan checkbox kosong.

Untuk menghemat penggunaan memori guna mempercepat Windows 7, berilah tanda centang hanya pada beberapa pengaturan saja, diantaranya yaitu :

- Use visual styles on windows and buttons
- Use drop shadows for icon labels on the desktop
- Smooth edges of screen fonts
- Show tumbnails instead of icons

Agar lebih mudah ikuti tanda centang sesuai dengan gambar di bawah ini.

Mengatur-Visual-Effect-di-Windows-7

Tekan OK untuk menerapkan pengaturan visual effects yang baru.

6. Mematikan Screen Saver

Pada awalnya Screen Saver bertujuan untuk mencegah terjadinya burn-in (jejak gambar terbakar) pada layar monitor jenis CRT. Namun monitor saat ini telah menggunakan teknologi LCD yang berbeda dari CRT. Kemunculan burn-in tidak terjadi lagi pada layar dengan tipe LCD.

Selama menjalankan prosesnya, screen saver juga membutuhkan dukungan sumber daya dari memori RAM dan memori graphic. Disamping itu, screen saver juga membutuhkan energi yang bersumber dari baterai atau daya listrik.

Sekarang, anda tidak perlu menggunakan screen saver untuk melindungi layar monitor ketika tidak sedang digunakan. Menonaktifkan Screen saver dapat mengurangi pemakaian memori dan menghemat konsumsi daya listrik.

Menonaktifkan screen saver merupakan langkah keenam dari cara mempercepat Windows 7 dengan benar dan efektif. Untuk menonaktifkannya ikuti langkah-langkah berikut ini :

Klik kanan di area yang kosong pada Desktop. Kemudian gulir mouse ke bawah dan klik Personalize, seperti di bawah ini.

Mengatur-personalize-di-Windows

Selanjutnya anda akan menjumpai menu Personalization dalam Control Panel. Pada bagian bawah cari dan Klik icon yang bertuliskan Screen Saver.

Anda akan melihat jendela Screen Saver Settings. Dibagian kiri terdapat menu pulldown yang berisi daftar pilihan Screen Saver yang terpasang pada sistem anda.

Untuk menonaktifkan screen saver, pilih None dan lanjutkan dengan menekan tombol Apply yang terletak dibagian kanan bawah.

Menonaktifkan-Screen-Saver-di-Windows

Selanjutnya Klik OK untuk menyetujui pengaturan.

7. Seleksi Software yang Terinstall

Langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah menyeleksi software-software yang telah terinstall di dalam sistem anda. Mulailah dengan bijak memilih, software-software apa saja yang seharusnya berada di dalam sistem Windows 7 anda.

Mengapa demikian?

Karena tanpa anda sadari, setiap software yang terinstall pada sistem Windows 7 akan memberikan dampak bagi sistem anda.
Selain memberi dampak positif, penggunaan software juga memberi beberapa dampak negatif, seperti: berkurangnya ruang penyimpanan, bertambahnya penggunaan memori, bertambahnya entri-entri di dalam registry dan bertambahnya service-service yang harus dijalankan.
Jika dibiarkan, kondisi tersebut akan membebani sistem dan dapat menurunkan kinerja Windows 7 yang anda gunakan.

Kesalahan sebagian besar pengguna komputer Windows 7 adalah memasang atau menginstall lebih dari satu software dengan fungsi dan tujuan penggunaan yang hampir sama.

Contoh yang paling sering terjadi diantaranya adalah menginstall lebih dari satu software pemutar musik, pemutar video, pengelola gambar serta yang lainnya.

Agar efektif, pilih dan tentukan salah satu software yang paling anda sukai dari beberapa software dengan fungsi yang sama.

Sebagai contoh, jika pada sistem anda terdapat 3 (tiga) sofware pemutar musik, maka pilihlah yang paling sering anda gunakan dan hapus pemutar musik yang lainnya.

Cara mudah untuk uninstall atau mencopot software yang telah terinstall adalah dengan menggunakan alat bantu yang telah disediakan oleh Windows 7 yaitu Programs and Features.

Untuk menggunakannya, klik pada tombol Start dan pilih Control Panel.

Masuk-ke-Control-Panel-di-Windows

Pada jendela Control Panel, anda akan menemukan beberapa daftar pilihan pengaturan. Untuk melihat secara rinci isi dari Control Panel, ubahlah tampilan Catagory ke dalam tampilan Large Icon.

Caranya yaitu, klik pada menu View by yang terletak pada bagian kanan atas tepat di bawah kolom Search. Kemudian klik pada tombol pulldown yang bertuliskan Category. Ganti dengan pilihan Large icon.

Selanjutnya, anda akan melihat semua icon pengaturan yang berada di dalam Control Panel. Cari dan klik pada Programs and Features.

Programs-and-Features-di-Control-Panel-Windows-7


Untuk mencopot atau melakukan uninstall pada salah satu program, Pilih pada nama program atau software yang ingin dihapus kemudian klik Uninstall.

Uninstall-software-di-Windows-7

Ulangi langkah yang sama untuk program-program lainnya yang ingin anda Uninstall.
Sekedar saran, cari dan pilihlah salah satu software terbaik untuk masing-masing fungsi yang anda butuhkan. Kemudian, buang semua software yang sudah usang dan tidak pernah lagi anda gunakan.
Software versi trial yang telah berakhir masa percobaannya dan tidak lagi digunakan adalah contoh software usang yang harus disingkirkan.

8. Melakukan Defrag pada Hardisk

Defrag juga merupakan salah satu cara mempercepat Windows 7 yang efektif. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa hardisk akan lebih cepat melakukan pembacaan dan penulisan terhadap file-file yang memiliki letak saling berdekatan.

Defrag bertujuan untuk menata dan merapikan file-file yang terpecah ke dalam beberapa fargment, untuk disatukan kembali pada tempat yang saling berdekatan.

Artikel terkait : Apa Itu Defrag dan Bagaimana Cara Defrag Windows 7, 8 dan 10

Cara mudah untuk melakukan defrag adalah dengan menggunakan Disk Defragmenter. Sebuah tool yang disediakan oleh Windows guna menangani kegiatan derfag.

Untuk melakukan defrag, ikuti langkah-langkah berikut berikut ini:

Pertama, klik pada tombol Start untuk menampilkan Start Menu (sama seperti cara sebelumnya).

Pada bagian bawah Start Menu terdapat kolom Run. Ketik disk defragmenter di dalam kolom tersebut dan kemudian tekan enter.

Membuka-Disk-Defragmenter-di-Windows

Berikutnya akan tampil menu utama Disk Defragmenter. Apabila anda memiliki lebih dari satu partisi maka semuanya akan ditampilkan pada kolom Disk. Anda bebas menentukan partisi mana yang nantinya akan di defrag.

Untuk mengetahui seberapa besar fragmentasi terhadap masing-masing partisi, pilih pada salah satu partisi yang diinginkan kemudian klik tombol Analyze yang terletak dibagian paling bawah.

Untuk melakukan defrag, klik pada tombol Defragment disk.

Melakukan-Defrag-Hard-Disk-di-Windows

Tunggu hingga proses defrag selesai dilakukan. Selanjutnya terapkan hal yang sama pada partisi yang lainnya.

Demikianlah artikel mengenai 8 cara benar mempercepat Windows 7. Lakukan perawatan secara berkala agar Windows 7 yang anda gunakan tetap responsif dan stabil, guna menunjang komputasi harian anda.

First

1 komentar:

CARA MEMPERBAIKI LAPTOP YANG LAMBAT LOADING


EmoticonEmoticon